Santri, kok, Makan Berdiri?

  • Bagikan
etika makan santri

Makan merupakan sebuah kebutuhan manusia yang tidak akan lepas dalam kesehariannya. Baik untuk menguatkan tubuh atau hanya sekedar mengemil. Dengan makan, kita dapat mengerjakan aktifitas keseharian kita dengan baik. Rasulullah pun mengajari tata krama dan adab dalam makan itu sendiri.

Kawan-kawan Santri, judul di atas benar dan sesuai dengan fakta yang sekarang kita alami. Sungguh ironis jika perkara itu dilakukan oleh kaum bersarung. Kita dapat melihat pemandangan-pemandangan tercela itu di sekitar kita sekarang. Tak sedikit dari kita yang masih banyak melakukannya. Terutama anak-anak santri yang masih duduk di tingkat bawah.

Sebagai Santri yang berpegang teguh pada al-Quran dan Sunah Rasul, sebagaimana dalam takrif santri yang terpangpang jelasyang mana kita harus menjadi suri tauladan bagi yang lain. Rasulullah tidak pernah mengajarkan kepada umatnya makan sambil berdiri, baik itu makan camilan seperti gorengan, makanan khas Surabaya seperti yang ada di ladiestory.id, hingga sosis dan sebagainya, karena Rasulullah melarang hal tersebut. Apa yang kita pikirkan seandainya beliau sendiri melihat pemandangan tercela seperti itu. Pasti beliau akan merasa kecewa dan sedih melihat umatnya sendiri melanggar terhadap apa-apa yang telah diajarkan oleh beliau. Karena itu, toh sebaiknya kita duduk ketika makan sebagaimana yang sudah tertera dalam hadist beliau.

Di antara adab-adab makan yang baik, sebagaimana yang diajarkan kepada kita, adalah makan dengan duduk, menggunakan tangan kanan, membaca basmalah dan lain lainnya yang sudah tertera dalam kitab Akhlak. Jadi kalau bukan kaum bersarung hijau dan bersongkok putih yang kesehariannya tak lepas dari kitab. Lalu siapa lagi?

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *